Pelatihan Konselor Teman Sebaya

0
231
Para Siswa Mendengarkan Paparan Narasumber

SMAN1AU.SCH.ID – Dukungan sosial teman sebaya adalah proses sosial yang melibatkan aspek-aspek yang terdiri dari informasi, perhatian, emosional, penghargaan dan bantuan instrumental yang diperoleh individu dari kelompok yang memiliki. Sumber-sumber dukungan sosial teman sebaya banyak diperoleh individu dari lingkungan sekitarnya dan teman sebayanya. Namun perlu kita ketahui seberapa banyak sumber dukungan sosial ini efektif bagi individu yang memerlukannya. Sumber dukungan sosial teman sebaya merupakan aspek paling penting untuk diketahui dan dipahami. Dengan pengetahuan dan pemahaman tersebut, seseorang akan tahu kepada siapa individu akan mendapatkan dukungan sosial sesuai dengan situasi dan keinginannya yang spesifik, sehingga dukungan sosial memiliki makna yang berarti bagi kedua belah pihak.

Kesamaan tingkat kedewasaan dan usia yang kurang lebih sama. Konselor remaja teman sebaya adalah sosok individu yang memberikan bantuan kepada orang lain yang sebaya agar dapat mengatasi masalahnya. Hubungan sebaya memiliki peranan yang kuat dalam kehidupan remaja. Hubungan ini dapat menimbulkan suatu perilaku dimana remaja lebih percaya terhadap teman sebaya daripada dengan orang tua, Sehingga pembentukan dan pelatihan konselor sebaya dapat menjadi suatu pilihan yang tepat dalam upaya membentengi remaja dari pengaruh negatif lingkungan.

Dalam Kegiatan ini diselenggarakan di Aula Puskesmas Sungai Turak pada hari kamis, 2 Februari 2023 sekitar pukul 10.00-12.00 WITA. Kegiatan dihadiri oleh hanya beberapa perwakilan siswa SMA Negeri 1 Amuntai Utara, diharapkan para perwakilan inilah yang nantinya akan menjadi sosok-sosok konselor teman sebaya bagi teman di kelas dan lingkungan sekolahnya. Tujuan program pelatihan konselor teman sebaya adalah memberdayakan siswa agar dapat menjadi perpanjangan tangan pihak sekolah sekaligus diharapkan dapat menjadi sarana pertolongan pertama bagi siswa yang memiliki masalah. Jika siswa dapat berbagi permasalahan psikologis yang membebaninya kepada teman yang dapat dipercaya, tentunya siswa tersebut dapat mengurangi ketegangan ataupun kecemasan yang dirasakan. Pada akhirnya, diharapkan dapat merasakan kelegaan dan berpikir lebih jernih dalam menghadapi masalahnya dan meningkatkan kompetensi diri (pribadi yang positif) agar mampu menjadi konselor, membantu memecahkan permasalahan teman sebaya melalui kegiatan konseling.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here